05 Oktober 2009

Berharap (Banyak) pada Single Identity Number (SIN) di Tahun 2010

Upaya penerapan satu nomor identitas terhadap penduduk yang berdomisili di Indonesia, rasanya sudah lebih dari satu dasawarsa ini kita dengar. Berbagai kajian dan seminar sudah dilakukan, tetapi tarik ulur antara pihak-pihak yang berkompeten – karena ini dianggap ladang basah ? – membuat proyek yang berpotensi mengurangi kecurangan dan manipulasi data penduduk ini tidak jalan juga.

Padahal, secara teori pun, sistem identitas tunggal atau single identity number (SIN) sudah diakui segi kemanfaatannya, karena dinegara-negara barat (baca: maju) identitas tunggal sudah lama diterapkan. Setidaknya, kemungkinan seseorang memalsukan identitas bisa ditekan, karena nomor identitas tunggal penduduk nantikan akan diberikan melalui pengurusan akte kelahiran.

Dan nomor yang diberikan sejak lahir inilah yang akan (dan bisa) digunakan sebagai nomor induk murid dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Dan SIN ini pula yang akan dipakai di berbagai kartu identitas, mulai dari KTP, SIM, NPWP, hingga paspor. Pendeknya, nomor ini melekat sejak lahir hingga meninggal.

Nah, yang menggembirakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berniat melakukan uji coba sistem identitas tunggal (single identity number) ini pada tahun 2010, setidaknya – seperti janji Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo – uji coba dilakukan pada 2 tahun pertama. Dan di tahun 2010 nanti, Pemprov DKI bukanlah satu-satunya pemerintah daerah yang berniat menerapkan ujicoba SIN, karena pemerintah daerah di Padang, Makassar dan Denpasar juga sudah mengumumkan niat serupa.

Tentu, kita berharap banyak dengan program SIN ini. Setidaknya, tidak ada lagi penyalahgunaan kartu identitas untuk hal-hal negatif. Atau, masih adanya penduduk (teman sekantor) yang punya sampai 3 KTP sekaligus dari daerah yang berbeda (1 KTP dari kampung asal, 1 KTP dari daerah saat kuliah, dan 1 KTP dari DKI/tempatnya kerja saat ini), bisa dihindarkan.


sumber foto : jakarta.go.id

AddThis Feed Button

03 Oktober 2009

I Don’t Like Monday, Sudah Tidak Relevan ?

Setiap awal minggu – tepatnya hari Senin – saat tiba di kantor pasti ada saja teman kerja yang mengatakan, “I don’t like Monday!” Entahlah, apa masih terbawa suasana “malas” karena habis liburan 2 hari (Sabtu dan Minggu), atau memang ada hal lain, nampaknya “memulai” kerja di awal minggu menjadi alasan tepat untuk membenci suasana kerja.

Tapi, jargon “kebencian” pada hari Senin itu (agak) terbantahkan oleh hasil penelitian University of Vermont, New York, yang justeru mengatakan Rabu adalah hari yang lebih malas, jenus dan depresi.

Menurut penuturan detikHealth – mengutip yang dilansir Limelife di bulan Oktober ini – para ahli matematika di universitas tersebut melakukan survei terhadap dua juta blog orang selama empat tahun. Mereka menganalisis dan menghitung berapa banyak kata atau kalimat negatif yang muncul setiap harinya, dan pada hari apa kata itu lebih sering muncul.

Para ahli itu menggunakan sistem skor untuk bisa melihat perbedaannya secara signifikan. Kata-kata seperti 'Saya merasa' atau 'Saya sedang merasa' dan lainnya akan diberi skor dengan skala 1-10. Kata-kata negatif seperti 'bunuh diri' atau 'trauma' diberi skor paling rendah, sedangkan kata-kata seperti 'surga' dan 'cinta' memiliki skor tinggi. Hasilnya mengejutkan. Hasil survey para peneliti menemukan bahwa hari Rabu adalah hari yang paling tidak bahagia. Sementara itu, hari minggu adalah hari yang paling bahagia dan menyenangkan.

Dalam paparan selanjutnya, detikHealth juga mengungkapkan para peneliti tersebut berasumsi bahwa ketika sudah memasuki hari Rabu, seseorang akan mulai merasa jenuh dengan segala aktivitas rutinnya. Dibanding hari Senin, pada hari Rabu biasanya semangat seseorang akan menurun dan hal itu memicu stres dan depresi. Keadaan statis dan pekerjaan yang belum terselesaikan umumnya menumpuk di hari Rabu. Tidak heran jika semangat di hari itu akan berkurang. Rasa malas pun akhirnya muncul dan membuat seseorang kehilangan arah bahkan stres dan depresi.

Nah, apakah hasil penelitian tersebut juga berlaku bagi kita yang di Indonesia, tentu perlu kejujuran diri kita sendiri untuk menjawabnya. Kalau kita mengangguk-anggukkan kepada setelah membaca tulisan ini, berarti tanda “setuju” dan sudah selayaknya menjauhi kata-kata “I don’t like Monday!


sumber foto: detik.com

AddThis Feed Button

01 Oktober 2009

Pengguna Software Bajakan di Indonesia Mencapai 85 Persen

Mungkin sudah bukan rahasia umum lagi, kalau negara kita ini (baca : Indonesia) adalah “surga” bagi software bajakan. Nggak usah jauh-jauh, di sekitar kita saja – entah PC kantor, laptop pribadi ataupun komputer di rumah – coba perhatikan, apakah semuanya memakai software original dan berlisensi? Kalau mau jujur, pasti lebih dari 75% mengatakan “tidak tuh !”

Nah, laporan Global Software Piracy Study (GSPS) bisa menjadi acuan, bahwa persentase penggunaan software bajakan di Indonesia mencapai 85%. Dampaknya, menurut Business Software Alliance (BSA), kerugian atau opportunity lost yang mendera industri software lokal hingga 2008 bisa mencapai US$ 544 juta.

Untungnya, pemerintah juga tidak tinggal diam. Untuk mengerem laju pembajakan software yang makin marak ini, Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak kekayaan Intelektual (PPHKI) kini menyasar pusat-pusat perdagangan komputer sebagai target kampanye. Tujuannya, selain memberikan edukasi kepdada pedagang, tim juga menyadarkan pengunjung agar tidak membeli produk bajakan. Sehingga, menyertai kampanye ini, PPHKI memasang berbagai poster-poster anti-software ilegal.

Sudah dapat kita duga, target pertama dalam rangkaian kampanye kali ini adalah kawasan perbelanjaan Mangga Dua, yang selama ini dikenal sebagai pusat komputer di Jakarta, bahkan di Indonesia. Instansi yang terlibat di kampanye inipun cukup beragam, mulai dari Departemen Hukum dan HAM, Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) dan Indonesia Anti Piracy (IAP).

Apakah kampanye anti pembajakan – yang diluncurkan mulai awal Oktober 2009 – ini efektif, kita tunggu saja hasilnya!


*sumber foto:ustadzkholid.com

23 Agustus 2009

Hadits “Tidurnya Orang Yang Berpuasa Adalah Ibadah” Adalah Lemah

Sungguh menarik, mengikuti status (maupun komentar) yang banyak tertulis di jejaring sosial Facebook di awal-bulan Ramadhan ini. Terbanyak –entah bernada guyonan atau serius– adalah sering munculnya jargon “tidur saat puasa adalah ibadah”. Entah hanya ikut-ikutan atau memang pernah mempelajari hadits-nya, sebenarnya ungkapan itu masih menimbulkan perdebatan yang panjang, terutama masalah kesahihan hadits itu sendiri.

Itulah sebabnya, ketika secara kebetulan membuka website www.islamQA.com (Islam Question & Answer), berisi tanya jawab berbagai masalah ke-Islam-an – dimuat dalam 9 bahasa : Inggris, Arab, Perancis, Spanyol, Jepang, China dan juga Turki – yang diasuh Sheikh Muhamad Shalih Al Munajid (Pemimpin Umum Islam.ws), saya tergelitik untuk mengutip satu pertanyaan (dan jawaban yang ada) di web tersebut.

Setidaknya, ada referensi dan pencerahan –bagi siapapun yang membacanya—tetang topik yang sedang hangat-hangatnya tersebut. Berikut petikan lengkapnya:

Pertanyaan:
Saya mendengar salah seorang khatib menyampaikan salah satu hadits Nabi sallallahu alaihi wa sallam, yaitu: Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah . Apakah hadits ini shahih?

Jawaban:
Alhamdulillah.
Hadits ini tidak shahih. Tidak ada ketetapan dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Diriwayatkan oleh Baihaqi di kitab Syu abul Iman , 3/1437, dari Abdullah bin Abu Aufa radhiallahu anhu sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, doanya terkabulkan dan amalannya dilipat gandakan” .

Sanadnya dilemahkan oleh Baihaqi, dia berkata:
“Ma'ruf bin Hasan (salah seorang perawi hadits ini) lemah, dan Sulaiman bin Amr An-Nakha’i lebih lemah dari beliau”.

Al-Iraqi berkomentar dalam Takhrij Ihya Ulumuddin, 1/310:
“Sulaiman An-Nakha’i adalah salah seorang pendusta”.

Dilemahkan juga Al-Manawi di kitab Faidhul Qadir, 9293. Al-Albany mencantumkannya dalam kitab Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhaifah, no. 4696, dia berkata:
“(Hadits ini) lemah”.

Seharusnya umat Islam secara umum (lebih ditekankan lagi para khatib dan penceramah) agar meneliti sebelum menyandarkan hadits kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Tidak dibolehkan menyandarkan kepada beliau apa yang tidak beliau katakan. Karena nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya berbohong kepadaku tidak seperti berbohong kepada orang lain. Barangsiapa yang berbohong kepadaku dengan sengaja, maka disediakan baginya tempat di neraka”.
(HR. Bukhari, no. 1391, dan diriwayatkan oleh Muslim dalam muqadimah shahihnya, no. 4)

***
credit foto: detik.com



AddThis Feed Button

15 Juni 2009

Saat Kampanye Pilpres, Semua (Seolah) Paling Berjasa

Entahlah, dalam seminggu belakangan ini aku merasa “alergi” untuk menonton tayangan televisi yang menampilkan hingar bingar (kampanye) pemilihan presiden. Stasiun televisi TVOne – yang mengklaim sebagai televisi pemilu – dan MetroTV, tidak lagi menjadi favorit untuk ditonton, kalau lagi menayangkan hal-hal yang berbau pilpres. Malah, aku lebih senang nonton hiburan segar (tayangan komedi dan sejenisnya) di ANTeve atau Trans7.

Alasannya sederhana, para kandidat presiden menurutku terlalu egois, selalu menonjolkan perannya yang (seolah-olah) paling berjasa bagi negeri ini. Baik Ibu Megawati (dan Pak Prabowo Subiyanto), Pak Soesilo Bambang Yudhoyono (dan Pak Boediono), maupun Pak Jusuf Kalla (dan Pak Wiranto), seolah tak mau ketinggalan untuk “menjegal” program yang diusung masing-masing rivalnya, dalam setiap kampanye. 

Lucunya, Pak SBY dan Pak JK yang masih resmi sebagai presiden dan wakil presiden republik ini, malah sibuk rebutan “klaim” keberhasilan program pemerintahan yang sedang berjalan – bahkan sampai saling kritik – baik langsung diucapkan sendiri maupun melalui juru bicara masing-masing kubu. Setidaknya, gambaran dibawah ini (seperti dimuat Koran Tempo pertengahan Juni 2009) adalah bukti bahwa “permusuhan” SBY dan JK seolah sudah tak berkesudahan, karena saling serang di semua bidang. 

Berikut “perang kata-kata” yang terekam di media massa sampai pertengahan Juni 2009:

• Perdamaian Aceh
JK (13 Juni 2009): Sejak awal negosiasi, yang menandatangani komitmen Wakil Presiden. Tapi atas sepengetahuan presiden.
SBY (15 Juni 2009): Semua poin dalam perjanjian Helsinki dibuat berdasarkan arahan Presiden (Andi Mallarangeng)

• Bantuan Langsung Tunai
JK (5 April 2009): BLT itu kita yang bikin, pemerintah yang bikin, dan saya yang bikin.
SBY (15 Juni 2009): Program itu tak mungkin jalan tanpa persetujuan Presiden (Andi Mallarangeng)

• Suramadu
JK (11 Juni 2009): Kalla yang melobi ke China agar dapat pinjaman Rp 2,1 trilium. Kalau tidak, mana bisa berlanjut pembangunan jembatan itu (Yuddy Chrisnandi).
SBY (10 Juni 2009): Ini menjadi tonggak sejarah pembangunan prasarana perhubungan di Indonesia.

• Etika Politik
JK (7 Juni 2009): Tanpa kritik, pemerintah dapat menjadi otoritarian.
SBY (12 Juni 2009): Menggebuki pemerintah padahal masih duduk di pemerintahan. Ini menunjukkan etika politik yang kurang baik.

• Bisnis Keluarga
JK (5 Juni 2009): Kalau ada yang melarang keluarga pejabat berdagang, itu justeru diskriminasi yang luar biasa dan melanggar HAM.
SBY (4 Juni 2009): Rakyat tidak akan pernah percaya pemimpin mencurahkan seluruh waktunya untuk mengurusi Negara jika sibuk mengurus bisnisnya.

• Pertumbuhan Ekonomi
JK (18 Mei 2009): Kita bisa tumbuh 8 persen dengan mudah pada 2011.
SBY (20 Mei 2009): Pertumbuhan ekonomi 7 persen di akhir 2014. Saya tidak bilang 8, 9 bahkan diatas 10 persen karena dunia resesi.

• Peralatan Militer
JK (13 Juni 2009): Pembenahan alat utama system persenjataan hanya butuh tiga bulan. Yang diperlukan hanya satu yaitu keberanian.
SBY (4 Juni 2009): Pertahanan penting, anggaran penting, tapi anggaran disesuaikan dengan kemampuan negara.

**Sumber foto: republika.co.id

AddThis Feed Button

Arsip Tulisan

Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com Formula Bisnis ClickBank Earn $$ with WidgetBucks! Paid Review Indonesia Free advertising Adsense Indonesia Bisnis Internet | Bisnis Online | Uang dari Internet |  Duit gratis | komisi 80% Reviewmu.com Join Vinefire! Bisnis Internet | Bisnis Online | Uang dari Internet |  Duit gratis | komisi 80%

Afiliasi

Personal Blogs - Blog Catalog Blog Directory Blog Search: The Source for Blogs Personal blogs PageRank Checking Icon Top Blogs Personal Blogs Directory of Personal Blogs Join My Community at MyBloglog! Personal Blog Directory blog rating and reviews DigNow.org BLOG SMA Blogger Ngalam
Sugeng Pribadi Rank

dmoz.org