Sugeng Pribadi. Powered by Blogger.

Photo in The Week

Photo in The Week
Naik becak di Cirebon

Statistik Blog

Followers

Mitra Blog

Keindahan dan Pesona Gunung Bromo

Gunung Bromo, merupakan bagian dari pegunungan Bromo-Semeru yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Kawasan wisata ini menjanjikan sebuah keindahan yang tak bisa anda temui di tempat lain.

Mengenal Candi Jago

Situs Candi Jago terletak di Desa Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Candi ini dahulunya bernama Jayaghu. Candi ini menurut Negarakertagama diketahui sebagai salah satu candi pendharmaan bagi Maharaja Wisnuwardhana.

How to Handle Social Media

One of the unfortunate side effects of social networking is dealing with Internet trolls. These anonymous consumers seem to exist just to spite you. They love stirring up trouble, attacking your brand and lambasting your company on every forum, blog and social network they can find.

Merasakan Susahnya Cari Uang

Meski hampir tiap hari libur (sabtu/minggu) aku sempatkan ikut jaga rental, tetapi tetap saja aku merasa capek banget. Rasanya memang tidak ada pekerjaan yang tidak menguras tenaga, yang artinya (lagi) cari uang itu ternyata nggak gampang.

Bakso Legendaris di Malang

Dari sekian banyak penjual bakso yang ada di kota Malang, "Bakso President" merupakan bakso yang paling sering disinggahi wisatawan domestik, padahal letaknya bukan di pinggir jalan besar atau jalan utama. Tepatnya, terletak di belakang Mitra II Department Store (pinggiran rel kereta api).

11 March 2014

Indahnya Air Terjun Bidadari di Sentul Paradise (Bogor)

“Surga di dekat Jakarta”, kalimat ini langsung terbaca begitu kita memasuki lokasi Sentul Paradise Park, wisata air terjun alami yang berpadu dengan wahana bermain air bagi anak-anak.
Dekat Jakarta, karena lokasinya memang berada di wilayah Sentul Bogor. Dari Jakarta, melalui jalan tol Jagorawi keluar di gerbang tol Sentul City. Begitu keluar dari pintu tol, bertemu dengan Bellanova Mal yang merupakan ikon Sentul City, tinggal ikuti papan petunjuk jalan menuju Sentul Paradise Park yang ada di tiap tikungan. Dari gerbang tol Sentul City tadi, kira-kira kita akan sampai lokasi dalam waktu 40 menit. Jalan yang beraspalnya cukup bagus meskipun hanya cukup untuk berpapasan 2 mobil. Tantangannya adalah begitu melewati gerbang masuk Sentul Paradise Park, sampai ke lokasi parkir kita akan melewati 200-300 meter jalan berbatu yang agak curam.
Air terjun ini dikenal juga dengan nama air terjun Bidadari, masyarakat sekitar juga menyebutnya air terjun Bojongkoneng karena lokasinya yang terletak di desa Bojongkoneng. Di musim normal yang masih terdapat cukup curah hujan, air terjun ini cukup deras dengan debit air yang sangat besar. Dengan tinggi air terjun sekitar 40 meter, maka kita pun tidak disarankan terlalu dekat ke tengah air terjun karena deru angin dan tampias air yang sangat kencang. Namun jangan khawatir, anak-anak pun masih bisa berada di sekitar air terjun, karena ada kolam arus tambahan yang dangkal. Karena sudah dikelola secara profesional, akan ada beberapa petugas yang selalu mengawasi di sekitar air terjun dan kolam.
Selain itu juga terdapat kolam dangkal buatan yang luas, yang berada di depan air terjun. Anak-anak relatif aman untuk bermain-main disini. Namun untuk anak-anak balita harus tetap didampingi bila bermain di kolam ini, karena dasar kolam yang licin.
Tarif masuk ke Sentul Paradise Park per orang adalah 25 ribu saat akhir pekan dan hari libur. Pagi hari adalah saat yang paling tepat untuk datang kesini, karena masih sepi dan air kolam yang masih jernih. Terbukti pula saat kami meninggalkan tempat siang harinya, warga yang berdatangan menuju lokasi masih berduyun-duyun banyaknya.
Secara keseluruhan, puas sekali berwisata dan bermain di sini, begitu juga dengan anak-anak yang puas bermain air dan bersentuhan langsung dengan air terjun. Supaya wisatanya lebih nyaman dan optimal, ada beberapa kiat bagi yang ingin datang kesini :
·         Datanglah pagi-pagi, supaya tidak terlalu ramai dan masih kebagian tempat untuk duduk-duduk dan menaruh barang. Ada beberapa gubuk bambu nyaman yang disewakan dengan tarif sangat terjangkau. Idealnya jam 8-10 pagi sudah sampai di lokasi, sehingga saat siang terik kita sudah meninggalkan tempat.

·         Bawa dan pakai sunblock, karena walaupun terletak di dataran relatif tinggi, namun matahari sangat menyengat.

·         Oh, dan kaca mata hitam juga sangat membantu.

·         Tentu saja, bawa bekal dan air minum yang cukup. Karena anak-anak akan sangat lapar selepas bermain air. Di lokasi juga terdapat beberapa pedagang makanan, namun rasanya lebih aman kalau membawa bekal sendiri.

·         Selalu dampingi balita saat bermain di air dan di sekitar lokasi. Selain kolam yang licin, lokasi wisata ini juga terdapat di ceruk, jadi kita akan banyak turun-naik melalui jalan yang basah atau tangga seadanya.

·         Bawa kamera yang praktis, dan lebih bagus lagi kamera yang anti air. Ada beberapa orang yang berfoto dengan tablet, yang tentu saja sangat repot dan menyulitkan apalagi saat berada di sekitar air terjun, yang sudah pasti akan basah.
Gimana? Menikmati air terjun nggak perlu jauh-jauh lagi, kan. Yuk, dekatkan anak dengan alam.
***

18 February 2014

Tradisi Seren Taun Guru Bumi, di Kampung Sindangbarang (Bogor)

Pada akhir pekan, tamu dari Kota Jakarta dan sekitarnya mulai menempati cottage-cottage di Kampung Budaya Sindang Barang. Keruwetan jalur dari Kota Bogor ke Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari tempat berlokasinya kampung ini akhirnya diredam keheningan jalan sempit beraspal yang rapih, tepat di tepian hamparan sawah membentang. Sesekali suasana dikejutkan oleh adanya wisatawan asing yang berjalan menelaah perkampungan. Pada akhirnya, beberapa puluh meter sebelum masuk ke area kampung budaya ini, lapangan parkir terbuka di pagari hamparan sawah mengakomodir pengunjung yang singgah dengan kendaraan pribadi. Suasana kampung bak kilat memutar balikkan ketidak teraturan peradaban modern yang belum sempurna menjadi keasrian yang dinanti.

Ada 27 bangunan tradisional berdiri di dalam kawasan kampung budaya yang sudah berdiri sejak 6 tahun silam. Semuanya dapat dinikmati wisatawan dan yang pasti, tiap bangunan memiliki fungsi khusus. Enam leuit atau lumbung padi Ratna Inten berdiri berdampingan menghadap lapangan berumput subur. Di seberangnya, lantunan musik tradisional Sunda mengalun terbawa angin menghilang di ujung petak sawah yang siang harinya menjadi kubangan mandi kerbau bapak petani, tepat di halaman belakang kamar-kamar peristirahatan yang disewakan. Di petak lain, anak-anak belasan tahun dari kota besar mencoba mengakrabkan diri dengan lembutnya tanah lempung berair. Paket ini disediakan dengan tingkat respon yang positif dari minggu keminggu.

Paket wisata yang disuguhkan kepada tetamu sangat kental dibalut racikan budaya bertani dan pengolahan hasil bumi. Kebanggaan yang muncul dari para sesepuh yang tidak memisahkan diri dari kehadiran tamu, Nampak terekspresikan. Tak mudah bagi para sesepuh kampung menjalin keterkaitan antara sisa-sisa peradaban masyarakat spiritual dengan paket wisatanya. Ada semacam kerenggangan yang nampakan tara sisa-sisa peninggalan berupa batuan dengan kegiatan wisata, terutama acara Seren Taun Guru Bumi  yang digelar tiap tahun. 

Acara yang disebut Seren Taun Guru Bumi dapat dipahami maknanya dan keterkaitannya dengan peninggalan batu-batu aneh bila kita memahami budaya masyarakatnya. Nyatanya, dalam Seren Taun Guru Bumi,  ada satu prosesi yang intinya mengumpulkan air dari 7 mata air suci. Kesucian air ini dinilai tepat bila berada di area berdirinya menhir atau punden berundak. Dengan ini, maka Nampak hubungan antara manusia dengan Seren Taun Guru Bumi sebagai tradisi ritual. Sedangkan event tersebut dengan tinggalan-tinggalan batu misterius menunjukkan keterkaitan historis.

Sejarah panjang tempat ini seolah mengembalikan Sindang barang pada masa lalunya yang dipercaya sebagai tempat suci peribadatan. Tak salah Pak  Ukad, Pak Maki, Pak Ace, dan Ustad Jadi, pelopor Kampung Budaya Sindang barang, begitu optimis dan berbangga hati bila kejayaan tempat ini akan berulang, setidaknya dengan mengembangkan apa yang dulu pernah terjadi secara tradisi turun temurun dari generasi ke generasi, yaitu adanya Sidekah Bumi, yang kini lebih dipopulerkan dengan sebutan Seren Taun.

Sindang barang memiliki makna filosofis dan historis yang sakral. Sindang artinya berhenti, dan barang dimaknakan kepada keduniaan dan materialisme. Makna keseluruhannya ialah tempat untuk meninggalkan urusan keduniawian. Di sini urusan rohani berlangsung, tutur Pak Ukad, salah seorang perintis Kampung Budaya Sindang barang. Maka dari itu, masyarakat di sini tak boleh berniaga untuk kepentingan duniawi, apalagi bila permodalan dipinjam dari bank pemerintah, katanya. Semua bisnis dilakukan atas modal sendiri. Bila ada yang melanggar, kerugian pasti didapatkan, tanpa ada kontrol atau pun sanksi adat.

Telusurilah beberapa bukti peninggalan zaman batu monolit yang berada di dalam lingkungan perkampungan masyarakat setempat yang mulai padat. Masyarakat yang berangsur modern ini masih menampakkan bulu halusnya berdiri bila barang keramat yang berada di tengah-tengah perkampungannya dilecehkan. Ada kengerian berbau mistis dalam negosiasi kesetiaan berbudaya dengan terjangan modernisasi. Hal ini menjadi unik dan sekaligus memancar sebagai daya tarik bagi mereka yang terpikat dengan cerita bernuansa sejarah. Akhir pekan menjadi penuh pengalaman sekaligus pengenalan terhadap bukti dan nilai sejarah suatu tempat yang selama ini seolah dinihilkan keberadaannya.
***

29 January 2014

Pesona Air Terjun Benang Kelambu di Lombok Tengah

Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat memiliki memiliki beberapa wisata alam air terjun yang sangat eksotis dan memiliki pemandangan alam yang indah dan mempesona. Hampir di setiap sudut pulau terdapat spot menarik yang layak untuk dikunjungi, mulai dari Gunung Rinjani, Pantai Senggigi, Taman Narmada, dan beberapa air terjun yang bersumber dari Danau Segara Anak.

Salah satu dari beberapa wisata alam air terjun yang sangat menarik untuk anda kunjungi adalah Air Terjun Benang Kelambu. Disebut dengan Air Terjun Benang Kelambu karena airnya menyerupai kelambu sangat tipis dan lembut, sehingga gemericik air yang dihasilkan tidak terlalu bising. Air Terjun ini merupakan tetangga dari Air Terjun Benang Stokel.

Air terjun ini yang berada di kaki Gunung Rinjani, tepatnya terletak di Dusun Pemotoh, Desa Aik Berik, Kecamatan Batu Keliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Untuk berkunjung ke tempat wisata ini tidak terlalu sulit dan dapat ditempuh sekitar 30 km dari Kota Mataram, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Air Terjun Benang Kelambu merupakan salah satu obyek wisata andalan Pulau Lombok  yang memiliki keindahan alamnya sangat asri.  Suasana di sekitar air terjun sangat sejuk membuat wisatawan dapat merasakan kesegaran alami.

Konon menurut cerita yang diyakini oleh masyarakat setempat bahwa jika anda mandi di Air Terjun Benang Kelambu ini akan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dan juga bisa membuat anda awet muda dikarenakan air terjun ini bersumber langsung dari Danau Segara Anak.

Setibanya di areal parkir obyek wisata ini, Anda harus berjalan kaki 500 meter menuju lokasi. Medan yang akan lalui lumayan menantang, melewati jalan setapak, serta membelah hutan.

Sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi dengan pemandangan hutan yang hijau, kicauan burung, dan suara hewan-hewan lain yang saling bersahutan. Namun, usaha dan semua keletihan Anda akan terbayar lunas saat sampai di Air Terjun Benang Kelambu.

***

sumber: http://travel.kompas.com

22 December 2013

Pantai Balekambang: Tanah Lot-nya Pulau Jawa

Sebuah pura Hindu anggun berdiri pada sebuah batu raksasa yang menghadap ke samudera luas dan pasir putihnya merangkul gelombang yang datang ke pantai. Pemandangan yang cantik ini bukan di Tanah Lot, Bali, melainkan pemandangan  spektakuler Pantai Balekambang di sebelah selatan Kabupaten Malang. Pantai indah yang tersembunyi ini melengkapi deretan tujuan wisata memukau di Jawa Timur selain Gunung Bromo dan Kota Batu. Pantai Balekambang tepatnya berada di Desa Srigoco, Kecamatan Bantur, sekira 70 kilometer arah selatan Kota Malang.

Pantai Balekambang ditandai dengan tiga pulau batu yang dinamai sesuai karakter pewayangan, yaitu: Pulau Anoman, Pulau Wisanggeni, dan Pulau Ismoyo. Pulau Wisanggeni terhubung ke pantai dan Pulau Ismoyo oleh jembatan beton sepanjang 100 meter. Di Pulau Ismoyo berdiri dengan anggunnya Pura Amerta Jati atau juga dikenal sebagai Pura Ismoyo. Pura ini memiliki karakteristik yang berbeda dari pura-pura Hindu di Bali namun memiliki pemandangan candi di pulau batu berikut jembatan penghubungnya yang menantang laut biru yang luas tak kalah cantik. Kecantikan dan pesonanya semakin spektakuler saat Matahari terbenam di balik cakrawala; menyuguhkan siluet pura berlatar langit senja berwarna kuning keemasan. 

Pura Amerta Jati atau Pura Ismoyo ini dibangun tahun 1985 oleh Bupati Malang, Edi Slamet. Didesain mengikuti Pura Tanah Lot yang terkenal di 
Bali, pura ini juga merupakan tempat suci bagi pengikut Hindu, tempat dilaksanakannya ritual keagamaan. Salah satu ritualnya Jalani Dhipuja yang dilakukan tiga hari sebelum ritual Nyepi, sebagai bagian dari rangkaian merayakan Saka atau Hindu Tahun Baru. Puncak utama dari ritual Jalani Dhipuja adalah Jolen Larung, yaitu melarung persembahan ke laut sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan untuk semua berkat-Nya dan untuk mengusir kemalangan di masa yang akan datang.

Meskipun lokasinya terpencil, Pantai Balekambang memiliki semua fasilitas yang diperlukan wisatawan. Mulai dari warung makanan, restoran, penjaga pantai, toko suvenir, toilet umum, hingga penginapan sederhana.

Pantai Balekambang yang berjarak sekira 70 kilometer dari Kota Malang adalah destinasi pantai yang layak untuk dikunjungi. Pantainya yang indah, cocok sebagai tempat rekreasi atau sekedar menikmati pemandangan. Bentang pantai berpasir putih sepanjang 2 kilometer berpadu dengan suara ombak yang mengamuk memukul pantai menyajikan keindahan yang unik. Di pantai ini juga berjejer pepohonan sebagai tempat berteduh bagi pengunjung dari sengat Matahari. Hal tersebut menjadikan pantai cantik ini sebagai tempat sempurna untuk berbaring dan melepaskan kepenatan rutinitas sehari-hari perkotaan.

Selain bersantai di pasir putihnya, di pantai yang dangkal ini Anda juga dapat berenang atau hanya bermain-main di perairannya. Akan tetapi, perlu berhati-hati jangan sampai berenang melewati batas aman yang ditandai dengan bendera merah. Pantai ini terkenal karena pusaran arus bawahnya. Kegiatan lain yang tak boleh dilewatkan adalah menantikan Matahari tenggelam, lalu mengabadikan siluet keindahan pura Hindu yang bentuknya berbeda dari pura di Bali namun sekilas lebih mirip dengan candi-candi kuno di Jawa Timur.

Untuk menikmati suguhan wisata budaya atau religi, datanglah ke pantai ini 3 hari menjelang Perayaan Nyepi. Pada hari itu akan diadakan upacara Jalani Diphuja di Pura Amerta Jati, yaitu upacara pembersihan diri yang merupakan rangkaian perayaan Nyepi. Pada ritual tersebut, akan ada upacara melarung sesajen ke laut sebagai persembahan rasa syukur kepada Tuhan dan sekaligus memohonkan keselamatan untuk masa yang akan datang.

***
Sumber: http://www.indonesia.travel

06 December 2013

Apa Semua Bisnis Online Itu SCAM ?

Bagi para pemula yang ingin memulai bisnis online, mungkin sering bingung – karena mencari kesana kemari BISNIS ONLINE – kok hampir semuanya pada akhirnya menjurus ke SCAM (= adalah berita elektronik dalam Internet yang membohongi dan bersifat menipu, sehingga pengirimnya akan mendapat manfaat dan keuntungan tertentu).

Tapi, tidak semua bisnis online berarti mengarah ke SCAM. Kalau toh arahnya “menipu” berarti anda sudah salah mengikuti bisnis online. Atau, mungkin juga yang anda ikuti adalah INVESTASI ONLINE, yang biasanya ciri-cirinya ada kalimat (misalnya): “Dapatkan Profit 180% hanya dalam 3 Hari”, Atau, “Setiap 3 bulan anda pasti mendapatkan 180% keuntungan”, dan seterusnya. Dan itu adalah INVESTASI ONLINE, bukan Bisnis Online.

Jikalau Bisnis Online, itu pasti ada PRODUK daan JASA yang ditawarkan. Ya minimal produk lha. Seandainya bisnis itu mengalami problem, setidaknya anda sudah mendapatkan produknya, mungkin begitu bahasa mudahnya.

Memang dalam beberapa bulan belakangan ini terlalu banyak HYIP (= adalah singkatan dari High Yield Investment Program. Cara kerjanya adalah, Anda menaruh sejumlah uang / dana kepada sebuah website yang menjanjikan keuntungan sekian persen / bulan atau per hari) ditawarkan dimana-mana dengan iming-iming Investasi PROFIT yang menggiurkan. dan ternyata saat sudah bergabung didalamnya, kadang sangat sulit untuk withdraw (menarik uang kembali), Bahkan, tidak berapa lama, bisnisnya malah tutup. Nah lho!

Nah, agar mendapatkan gambaran dan contoh yang jelas, beberapa waktu ini saya mencoba baca-baca di "Rahasia Bisnis Online", ternyata saya menemukan banyak tips-tips yang sangat berharga mulai dari METODE SUPER AFFILIATE (jujur saja saya baru belajar yang bagian ini, hehehe...).

Metode promosinya unik, tidak menyerupai beberapa bisnis online yang pernah (dan sedang) saya ikuti. Ternyata, dari materi yang saya dapat di “Rahasia Bisnis Online”, saya berkesimpulan bahwa selama ini saya “diarahkan” promosi MANUAL semata, sehingga menghabiskan banyak waktu untuk PROMOSI. Tetapi, saat saya mencoba Metode Super Affiliate “Rahasia BisnisOnline” ini, saya mendapatkan cara OTOMATIS promosi produk yang memang GILA, traffic cepat dan memang tidak menghabiskan waktu banyak. Sangat praktis!

Rekomendasi saya, kalau memang anda ingin memulai bisnis online, coba dulu baca-baca di “Rahasia Bisnis Online” (sebelum memutuskan masuk ke dunia bisnis online). Agar tidak meninggalkan penasaran terlalu dalam, silahkan lihat dan baca sendiri di SINI !

Kalo ada Pertanyaan langsung kontak saya aja ya, siapa tahu kita bisa berdiskusi. Salam! 

05 October 2013

Menelusuri Sejarah Candi Singosari di Malang

Tidak banyak sisa-sisa Kerajaan Singosari yang pernah berkuasa abad 13 di Jawa Timur. Hanya ada sebuah candi yang belum selesai dibangun dan dua patung raksasa yang berdiri menjaga di depan istana sebagai jejak yang tersisa dari salah satu kerajaan besar di Nusantara ini.

Candi Singosari disebut masyarakat setempat sebagai Candi Cungkup, awalnya sempat dinamakan juga candi Renggo, Candi Menara, dan Candi Cella. Untuk sebutan yang terakhir karena candi ini memiliki celah sebanyak 4 buah di bagian tubuh candi. Hingga kini nama yang lebih dikenal adalah Candi Singosari karena letaknya di Singosari.

Banyak yang menganggap bahwa Candi Singosari adalah makam Raja Kertanegara sebagai raja terakhir Singosari. Akan tetapi pendapat ini diragukan banyak ahli, lebih dimungkinkan Candi Singosari merupakan tempat pemujaan Dewa Siwa karena sistem mandala yang berkonsep candi Hindu dan sekaligus sebagai media pengubah dari  air biasa menjadi air suci (amerta).

Candi Singosari awalnya disebut dalam sebuah laporan kepurbakalaan tahun 1803 oleh Nicolaus Engelhard, seorang Gubernur Pantai Timur Laut Jawa. Ia melaporkan tentang reruntuhan candi di daerah dataran tandus di Malang. Tahun 1901 Komisi Arkeologi Belanda melakukan pennelitian ulang dan penggalian. Berikutnya 1934 Departemen Survey Arkeologi Hindia Belanda Timur merestorasi bangunan ini hingga selesainya tahun 1937. Anda dapat melihat goresan tanda penyelesaian pemugaran ini pada batu kaki candi di sudut barat daya. Saat ini banyak arca-arca dari reruntuhan Candi Singosari disimpan di Museum Leiden Belanda.

Ada informasi yang mencukupi dapat diketahui tentang Singosari dari teks Jawa kuno abad ke-14 yaitu “Pararaton” atau kitab raja. Candi Singosari yang dibangun tahun 1304 ini umumnya dihiasi dari bawah hingga atasnya. Bila Anda perhatikan hiasan tersebut tidak seluruhnya terselesaikan sehingga ada dugaan candi ini dalam proses pembangunan yang belum selesai kemudian ditinggalkan. Dimungkinkan akibat adanya peperangan yaitu serangan Kerajaan Gelang-Gelang pimpinan Jayakatwang tahun 1292 hingga menghancurkan Kerajaan Singosari, sering disebut juga masa kehancuran Singosari atau pralaya.

Kerajaan Singosari didirikan tahun 1222 oleh seorang rakyat biasa bernama Ken Arok, yang berhasil menikahi putri cantik Ken Dedes dari Janggala setelah membunuh suaminya. Ken Arok kemudian menyerang Kediri dan berhasil menyatukan dua wilayah terbelah yang pernah dipisahkan oleh Raja Airlangga tahun 1049 sebagai warisan untuk kedua putranya.

Singosari kemudian berhasil mengembangkan pertanian yang subur di sepanjang aliran sungai Brantas, serta perdagangan laut yang menguntungkan di sepanjang Laut Jawa. Pada 1275 dan 1291 Raja Singosari yaitu Kertanegara menyerang kerajaan maritim Sriwijaya di Sumatera Selatan dan kemudian mengontrol perdagangan laut di laut Jawa dan Sumatera.

Dalam masa kejayaannya, Singosari begitu kuat, bahkan Kaisar Mongol Kubilai Khan yang perkasa menganggap penting mengirim armada dan utusan khusus ke kerajaan Singosari untuk menuntut Raja Kertanegara secara pribadi  untuk memberikan loyalitas kepada Mongol. Sebagai jawabannya, ternyata Raja Kertanegara memotong telinga salah satu utusan tersebut sebagai pesan kepada Kubilai Khan bahwa Singosari tidak akan tunduk.

Kemudian Kertanegara dibunuh oleh salah seorang raja bawahannya yaitu Jayakatwang tahun 1293. Ketika armada perang dikirim oleh Kubilai Khan tiba di Jawa, mereka tidak mengetahui bahwa rupanya Raja Kertanegara sudah tiada. Menantu Kertanegara, Raden Wijaya, berhasil membujuk armada Kublai Khan untuk membunuh Jayakatwang, tetapi kemudian justru berbalik mengusir armada Mongol dari Jawa.

Raden Wijaya selanjutnya mendirikan kerajaan Majapahit tahun 1294 di utara Singosari yaitu di Porong. Maka berlangsunglah sebuah masa keemasan bagi sebuah kerajaan bernama Majapahit yang kekuasaannya mencakup Indonesia saat ini dan bahkan hingga ke Malaysia dan Thailand.

***

30 September 2013

Mengenal Keindahan Panorama 5 Pantai di Malang

Pesona Malang, Jawa Timur, juga tak lepas dari panorama pantai. Saat bertatapan langsung dengan pantai-pantainya, dijamin Anda langsung jatuh cinta dan betah di sana. Inilah 5 pantai dengan panorama tercantik di Malang. Mau tahu?

Kemanapun
anda berlibur, pantai selalu jadi target destinasi utama. Tak terkecuali saat Anda datang ke Malang, Jawa Timur. Pantai berpasir putih sampai pantai mirip Tanah Lot di Bali ada di Kota Malang tersebut.

Debur ombak dan panoramanya yang elok pun menjadi alasan wisatawan untuk berlama-lama di kota ini. 

1. Pantai Balekambang

Pantai Balekambang, siapa sangka
daerah Malang punya pantai seindah Tanah Lot di Bali. Selain di Tanah lot, pemandangan pura di atas batu karang nan besar juga bisa wisatawan temui di pantai yang terletak di Kecamatan Bantur, Malang ini.

U
ntuk sampai di sana, anda harus menempuh jarak sekitar 65 km ke sebelah selatan Kota Malang. Berkat kecantikan panoramanya, Balekambang pun menjadi destinasi andalan Kabupaten Malang.

Panorama utama di sini,
anda bisa melihat tiga batu besar di lepas pantainya. Masyarakat sekitar menyebut batu karang ini dengan sebutan pulau, yaitu Pulau Anoman, Pulau Wisanggeni, dan Pulau Ismoyo.

Nah, Pulau Ismoyo ini jadi yang paling terkenal di mata wisatawan. Ya, di pulau ini terdapat pura nan megah layaknya di Tanah Lot. Hanya bedanya, untuk sampai di pulau ini, wisatawan tidak perlu menerobos ombak seperti di Bali. Anda bisa melewati jembatan selebar 1,5 meter yang menghubungkan antara pulau dengan pantai.

Selain itu, Pantai Balekambang juga mempunyai ombak yang besar. Tentu saja karena pantai ini masih berada di selatan Pulau Jawa. Walau dikenal sebagai Tanah Lot ala Pulau Jawa, di sini
anda juga bisa melakukan kegiatan berselancar.

Tidak sampai di situ, pasir pantainya yang putih serta air laut nan jernih menyempurnakan kecantikan pantai Balekambang. Walaupun sudah banyak pengunjung yang datang, pantai ini masih terlihat bersih dan terawat.

2. Pantai Kondang Merak

Pantai Kondang Merak, bisa dikatakan salah satu pantai yang belum terkenal di Malang. Meskipun begitu, pantai ini punya panorama yang sangat cantik dan tak kalah memesona dari pantai lain di Malang.

Sebenarnya, Pantai Kondang Merak hanya berjarak sekitar 2 km dari Pantai Balekambang. Namun sayang, akses jalan yang kurang memadai menyulitkan
wisatawan untuk sampai di pantai ini.

Konon, nama Kondang Merak bermula ketika penduduk setempat sering melihat burung merak singgah untuk meminum air tawar yang terdapat di pantai ini. Pantai itu pun menjadi terkenal karena burung meraknya, hingga munculah sebutan Pantai Kondang Merak.

Untuk bisa mendekatkan diri ke bibir pantai,
anda harus membeli tiket masuk seharga Rp 3.000 per orang. Tiket ini, bisa anda dapatkan di pintu gerbang pantai.

Sejuk dan alami, dua kata ini pantas diberikan untuk Pantai Kondang Merak. Pepohonan rindang menjadi latar belakang yang sangat sejuk. Bebatuan karang yang besar semakin melengkapi dekorasi pantai. Memiliki hamparan pasir putih kecoklatan membuat pantai ini semakin terlihat cantik.

Saat air laut mulai surut,
pengunjung akan melihat karang-karang yang muncul ke permukaan dan memperlihatkan kecantikannya. Pantulan sinar matahari yang mengenai dinding-dinding karang tersebut juga menimbulkan beragam warna cantik nan alami.

Di sini, Anda bisa berjalan-jalan dengan beralaskan karang. Hembusan angin yang berpadu dengan deburan ombak akan membawa wisatawan dalam suasana hati yang tenteram.

3. Pantai Ngliyep

Mau menikmati keindahan pantai berpasir putih di Malang? Silakan datang ke Pantai Ngliyep. Pantai ini terletak di Kecamatan Donomulyo, sekitar 62 km ke arah selatan Kota Malang. Letaknya yang berada di tepi Samudera Indonesia, menjadikan pantai ini punya lanskap alam yang luar biasa.

Melansir situs East Java, Wisata Malang, pantai ini punya keindahan alam yang masih natural dengan perpaduan tebing-tebing nan curam dan hutan lindung di sekeliling pantai. 

Di destinasi ini, wisatawan bisa berjemur, bermain pasir, atau hanya sekadar bersantai menunggu waktu sunset tiba. Sangat dipastikan bila bersantai di Pantai Ngliyep, Anda akan betah berlama-lama.

Selain itu, Anda juga bisa merasakan asyiknya beristirahat di pulau kecil yang bernama Gunung Kombang. Kebersihan pantai Ngliyep masih sangat terjaga. Meski punya pesona yang sangat menawan, pantai ini masih jarang didatangi oleh wisatawan, lho.

Bila beruntung, datanglah setiap tanggal 14 bulan Maulud dalam penanggalan Jawa. Pada waktu itu selalu diadakan Upacara Labuhan. Labuhan mempunyai arti memberikan sajian ke laut, sebagai ungkapan rasa syukur dan memanjatkan doa untuk diberi kesejahteraan.

Dalam upacara itu juga ada sesi mengorbankan kepala hewan kambing atau sapi ke dalam laut. Hal ini dipercaya sebagai sesaji untuk Kanjeng Ratu Kidul, Sang Ratu Laut Selatan.

4. Pantai Sendang Biru

Air laut yang jernih sepertinya menjadi daya tarik Pantai Sendang Biru. Kebanyakan wisatawan, mengenal pantai ini sebagai pintu masuk menuju Pulau Sempu. Tapi jangan salah, pantai ini juga punya panorama yang tak kalah cantik dari Sempu.

Seperti yang detikTravel lansir dari situs Wisata Pantai Indonesia, Sendang Biru adalah sebuah pantai yang terletak di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sumbermanjing, Malang, Jawa Timur. Dari pusat Kota Malang, traveler harus menempuh pejalanan selama 2 jam untuk sampai di pantai ini.

Selain dikenal sebagai penghubung ke Pulau Sempu, Pantai Sendang Biru juga terkenal dengan panoramanya yang apik. Pasir putihnya yang bersih dan air lautnya yang biru jernih berkolaborasi menjadi pemandangan yang indah. Belum lagi warna-warni kapal nelayan yang terparkir rapi di tepi pantai, semakin membuat suasananya cerah.

Nah, traveler yang ingin berkeliling di lepas Pantai Sendang Biru bisa menyewa perahu milik nelayan. Biaya yang dipatok tidak terlalu mahal, hanya sekitar Rp 100.000 untuk kapal motor dan Rp 50.000 untuk perahu dayung.

Uniknya, di pantai ini masih ada adat yang dijalankan oleh masyarakat setempat. Wisatawan yang ingin menyeberangi laut menuju Pulau Sempu harus mengambil air tawar yang dinilai keramat. Jika Anda ingin menyaksikan tradisi tersebut, datanglah ke Pantai Sendang Biru pada tanggal 7 dan 8 bulan Syawal.

5. Pantai Goa China

Belum habis pantai cantik di Malang, masih ada Pantai Goa China yang terletak di Desa Bantengan, Malang. Pantai ini menjadi salah satu favorit wisatawan. 

Menurut masyarakat sekitar, pantai ini dinamakan Goa China karena dahulu ada seorang biksu yang sendag bertapa di dalam gua yang berada di pinggir laut. Namun, ketika sesorang masuk hanya ada tulang belulang sang biksu dan tulisan mandarin di di langit-langit gua.

Mitosnya, gua ini sering dijadikan tempat mencari 'nomor keberuntungan'. Akan tetapi, terlepas dari mitosnya, pantai tersebut juga menawarkan keindahan alam. Selain kebersihan pantai yng masih terjaga, di Pantai Goa China juga menyediakan area kemping untuk wisatawan berkemah.

Debur ombak dan seluruh alam di sekitar Pantai Goa China masih sangat perawan. Ya, tidak mudah memang untuk menuju pantai ini. Traveler harus melewati jalan yang berbatu, licin serta naik turun, layaknya jalanan di daerah perbukitan.
 ***
Sumber tulisan & foto: DetikTravel