03 April 2008

Kapok sama swasta, NTT memilih Astinet

Akhirnya pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memutuskan memilih Astinet, produk PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk., untuk penyediaan informasi melalui internet. Alasannya, sesuai yang diungkapkan Paul Manafe – Kepala Kantor Pengolahan Data Elektronik (PDE) Provinsi NTT – semula memang pemda menggunakan jasa telekomunikasi swasta, namun seringkali macet. Bahkan sempat macet berbulan-bulan, sehingga diputuskan beralih ke produk Telkom.

PDE NTT sudah menggunakan fasilitas Astinet sejak Oktober 2007, meskipun baru menandatangani kontrak berlangganan Astinet dengan PT. Telkom pada akhir tahun 2007. Fasilitas Astinet milik Telkom untuk NTT sendiri termasuk dalam pengelolaan divisi PT. Telkom Makassar Sulawesi Selatan. Dan semenjak menggunakan Astinet, akses internet ke domain nttprov.go.id berjalan lancer dan sangat membantu pemerintah dan masyarakat mengakses data-data dan informasi tentang NTT.

Selain aksesnya relative cepat, Astinet yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga yang menjamin keberlanjutan hingga masa mendatang. PDE NTT pun sudah menggunakan layanan internet dengan kecepatan mencapai satu megabyte (MB). Itu merupakan pengembangan dari kecepatan semula yang baru mencapai 64 kilobyte per second (kpbs).

Penggunaan fasilitas Astinet yang dapat mencapai kapasitas 1 GB, memungkinkan PDE NTT mengembangkan penyediaan informasi layanan internet dalam kapasitas besar.

2 komentar:

  1. Yang aku temui bahwa Astinet super lemot n alias payah, sangat2 tidak memuaskan.

    Di NTT banyak yang mengeluh karena petugas Telkom lokal Kupang sendiri kaga tahu apa itu Upstrem or Downstream ...., ha ha ha...

    BalasHapus
  2. Betul betul betul.........maklum SDM nya, Sumber Air so dekat...Di Pemprov NTT ja gitu, apalgi yg didaerah flores gini ya? jgnkan Up or Down, Astinet itu apa juga, g tau petugas telkomnya....

    BalasHapus