13 Desember 2008

Giliran Sony PHK 8.000 Tenaga Kerjanya

Ternyata tidak hanya Amerika Serikat, Taiwan atau Hongkong saja yang terkena imbas krisis ekonomi, yang berakibat pengurangan karyawan besar-besaran di perusahaan raksasa negeri tersebut. Di Jepang, raksasa elektronik Sony Corp. ikut kelimpungan menghadapi krisis.

Di minggu ke-2 Desember kemarin, Sony mengumumkan bakal memangkas 8.000 posisi dari 160.000 tenaga kerjanya di dunia, hingga 2010. Sony bisa menghemat US$ 1,1 miliar setahun setelah ada pemangkasan karyawan tersebut.

Seperti yang diberitakan Bloomberg, Sony juga akan menutup sejumlah pabrik, di antaranya pabriknya di Perancis yang memproduksi tape dan media perekam lainnya. Jumlah pabrik Sony yang kini 57 unit akan menyusut sekitar 10%. Lantas, Sony akan memindahkan pusat produksi itu ke lokasi yang lebih murah biaya produksinya.

Sony juga akan menunda rencana investasi untuk memproduksi TV berlayar kristal cair di Slowakia. Selain itu, Sony akan mengurangi belanjanya di semikonduktor dan melakukan outsourcing untuk produksi sensor gambar ponsel. Menurut manajemen Sony, rencana ini merespon perubahan mendadak dan cepat pada ekonomi dunia.

Sebagai gambaran, sebelumnya Sony juga telah memangkas produksi dan mengurangi stok barang. Berbagai langkah itu belum cukup karena krisis kian parah. Nah, bagaiamana dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia.


AddThis Feed Button

1 komentar:

  1. Krisis keuangan global akan membuat kontraksi yang menyakitkan semua negara, tidak terkecuali Indonesia yang sangat tergantung dari 80 % bahan Industri adalah impor. Pasar China, jepang di expor merosot tajam maka PHK tak terkendali juga, kalu MEE, USA sdh pasti pemulanya. Pemerintah khususnya Departemen Perdagangan pemuja Globalisasi padahl sdh di jelaskan Pasar global berantakan, tiap negara akan mengamankan pasar domestiknya akan serbuan barang impor, anehnya Mendag malah menunda Daftar Izin Impor untuk Yang legal. Maka sd Februari Indonesia akan kebanjiran brg China yang sudah mulai di stok 3-6 bulan, kasian UKM garmen, alas kaki, makanan minuman dan elektronik belum jadi di lindungi, alias pem,. mencla mmencle (kompas 13 Des 2008 hal 1 kepmen kok di adendum demi melindungi peritel asing?)

    BalasHapus